Makam Kuno Meunasah Raya Jurong: Jejak Sejarah Abad ke-18 di Pidie Jaya

Budayapijay.or.id - Lokasi situs Makam Kuno Meunasah Raya Jurong sangat mudah ditemukan karena lokasinya tepat di samping jalan lintas utama desa. Lokasinya hanya 100 meter dari situs makam Raja-Raja Meureudu. Pada situs ini ditemukan dua buah nisan Aceh tipe M di atas sebuah gundukan tanah. Kedua nisannya berbahan batu pasir ini digunakan sebagai penanda sebuah makam. Berdasarkan topografinya, Kedua nisan tipe M memiliki karakter yang sama: badan silindris, tinggi 65 cm dan diameter 38 cm. Badannya polos hanya puncak nisan bermotif kelopak teratai dan motif kelopak bunga pada kaki.




Tidak ada inskripsi yang dipahat pada nisan ini sehingga kita tidak dapat mengetahui secara lebih detil biografi dan pertanggalan pastinya. Namun, berdasarkan tiplologinya nisan tipe M ini digunakan di abad ke-18 dan 19 Masehi (Yatim 1988, Perret, Razak, and Kalus 1999). Antara tokoh penting yang pernah menggunakan nisan tipe M di Aceh adalah ulama dan syahbandar (kepala pelabuhan). Ulama yang pernah menggunakan nisan tipe M di Aceh adalah Teungku di Anjong, seorang ulama besar di Kesultanan Aceh abad ke-18 Masehi (Herwandi and Yusdi 2019). Kemudian, syahbandar yang menggunakan nisan tipe M ini adalah Mu’tabar Khan, seorang kelapa pelabuah kesultanan Aceh abad ke-18 sebagaiman dilaporkan oleh Mapesa pada tahun 2018 lalu. Hal ini teridentifikasi melalui temuan inskripsi biografi yang dipahat pada batu badan (jirat), bukan pada nisan.

Menarik untuk dipahami bahwa lokasi makam ini berada sangat berdekatan dengan situs makam Raja-Raja Meureudu abad ke-17 M yang terletak sekitar 50 meter di sisi barat situs. Walau tanpa inskripsi, namun kedudukan pemilik batu nisan ini sangat istimewa di Pidie Jaya pada abad ke-18 Masehi. Hanya saja kita belum mendapatkan petunjuk lebih jelas mengenai tokoh ini. Selain itu, keberadaan makam kuno Meunasah Raya Jurong sangat penting dalam melengkapi bukti kronologi Meureudu abad ke-18 atau 19 Masehi.

Posting Komentar

0 Komentar

advertise

Menu Sponsor

Subscribe Text

Ikuti Channel YouTube Budaya Pijay